Intro

Ryzen R7 1700 merupakan varian termurah dari processor keluaran terbaru dari AMD yang memiliki 8 core dan 16 thread serta fabrikasi 14nm. Yang membuat processor ini cukup menarik adalah pada saat rilis hingga saat artikel ini ditulis, R7 1700 merupakan satu-satunya processor Ryzen 8 core yang datang dengan cooler bawaan (stock cooler) yang diberi nama Wraith Spire, berbeda dengan processor R7 1700X dan R7 1800X dimana tidak terdapat cooler bawaan / stock cooler sehingga user harus membeli cooler aftermarket tambahan.

Namun seberapa bagus kah stock cooler dari R7 1700 baik dari segi estetika dan performa? Apakah cooler aftermarket benar-benar diperlukan untuk processor ber-TDP 65W ini apalagi bila user ingin meng-overclock processor mereka? Mari kita simak artikel berikut.

Sekilas tentang Wraith Spire

Penampakan Wraith Spire
Penampakan Wraith Spire dari bawah bisa terlihat terdapat tembaga

Apakah LED pada Wraith Spire RGB? Jawabannya tentu saja ya

               

Secara estetika Wraith spire ini tidak kalah dengan cooler-cooler lainnya. Selain LED RGB nya, cooler ini memang secara tampilannya terlihat gagah dan keren. Namun apakah performanya sebaik tampilannya?

Sekilas mengenai Gammaxx 300

Gammaxx 300 merupakan aftermarket cooler keluaran deepcool. Cooler ini memiliki sebuah fan dengan 3 heatpipe serta cukup dikenal dikalangan budget builders mengingat harganya yang berkisar di 240rb-an (harga cukup bervariasi tergantung toko dan daerah) dan juga compatible dengan socket AM4 dimana cooler ini sebenarnya sudah dibeli sekitar setengah tahun sebelum Ryzen launching.

Penampakan Gammaxx 300

Apakah cooler aftermarket ini memiliki performa yang worth dengan harganya dibandingkan dengan Wraith Spire. Mari kita lihat testingnya.

Sistem dan metode pengujian :

Pengujian dilakukan di sebuah ruangan terturup (misterius) serta seluruh hardware berada dalam sebuah casing mensimulasikan skenario penggunaan PC pada umumnya. Spesifikasi umumnya sebagai berikut

  • Processor : Ryzen R7 1700
  • Motherboard : ASRock X370 Taichi, Bios 2.00
  • Memory : Team Xtreme Dark 2x8GB
  • VGA : Sapphire RX480
  • PSU : Andyson H6 600W
  • HDD : WD Blue 1TB
  • Thermal paste : Gelid GC
  • Casing : Cube Gaming Weiss

Pengujian dilakukan dengan stress test prime 95 selama 15 menit dan juga cinebench R15. Lalu skenario pengujian didasarkan pada kecepatan prosesor untuk melihat performa yang bisa dicapai oleh cooler dengan beberapa skenario. Selama testing diberlakukan setting LLC Level 5, RAM berjalan pada 2400MHz cl14 serta semua fan HSF di set profile Full-Speed. Berikut skenario testing:

Dengan Wraith Cooler :

  • 3,7GHz
  • 3,5GHz
  • Default

Dengan Gammaxx 300 :

  • 3,8GHz
  • Default

Comments