Hape 4G cuman sejutaan? Ngga salah? Gimana ya performanya? Yuk kita simak

Xiaomi Redmi 4A

Lagi-lagi Xiaomi merilis hape yang  harganya miring di kantong, Redmi 4A. Walaupun sebelumnya hape ini sudah beredar di pasaran secara non resmi, pada pertengahan Februari Erajaya sudah memboyong smartphone tersebut secara resmi ke Tanah Air. Dibanderol dengan harga 1.5 jt, selisih 300 ribuan dengan harga non resmi yang banyak tersedia di toko online.

Xiaomi Redmi 4A memiliki spesifikasi yang terbilang lengkap untuk kelas low end. Processor Snapdragon empat inti dari Qualcomm, RAM 2 GB, kamera 13MP + selfie 5MP, dual sim yang sudah mendukung 4G (hybrid dengan micro sd) , sensor inframerah, dengan pilihan internal 16 GB atau 32 GB.

Waktu pertama pegang hape ini langung kerasa kalo body nya itu plastik, tapi material itulah yang membuat ponsel ini ringan, hanya 131 gram saja. Untung permukaan cover belakangnya bertekstur matte, memberikan grip pas dipegang jadi ngga gampang merosot dan ninggalin sidik jari. Ada tiga pilihan warna, gold, rose, dan black. Kebetulan unit yang direview ini bewarna rose gold, sengaja biar unyu. 😛

Redmi 4A tampak belakang

Tombol power dan volume  yang empuk terletak di sisi kanan. Karena ponsel ini tergolong compact, pas di tangan (saya) jadi tombol tersebut mudah dijangkau ibu jari. Di bagian atas terdapat lubang headphone 3.5mm, mikrofon, dan sensor infrared untuk fitur remot barang-barang elektornik. Slot sim terletak di samping kiri, mendukung dua sim / satu sim + microsd, tapi kalo mau dua sim + micro sd bisa pake benda tambahan ini. Lanjut ke bawah ada port microusb buat ngecharge atau transfer data plus lubang mikrofon. Speaker diletakan di belakang, sama seperti kebanyakan seri Redmi.

Redmi 4A layarnya 5 inch dengan resolusi 1280 x 720 pixel. Saat di luar ruangan dengan sinar matahari langsung, layar berjenis IPS ini masih bisa terlihat tanpa harus ditutupin pake tangan. Displaynya udah mendukung fitur double tap to wake, fitur yang paling saya suka. Jadi buat ngehidupin ponsel ini bisa tanpa harus menekan tombol power, cukup ketuk layar dua kali. Tombol navigasi di bawah layar pada Redmi 4A tidak ada backlight nya, jadi pas malem ngga keliatan. LED notifikasi letaknya di tepat bawah tombol home yang mendukung banyak warna,

layar masih kelihatan saat diguakan di luar ruangan

Kinerja ponsel cukup memuaskan. Processor snapdragon 425 quad core 1.4 Ghz yang telah mendukung komputasi 64bit dipadukan dengan RAM 2GB LPDDR3 membuat multitasking berjalan lancer. Tidak ada kendalan dalam penggunaan beberapa aplikasi sosial media maupun browsing. Walaupun dengan kecepatan  500Mhz, GPU Adreno 308 tepaksa harus angkat tangan dengan game dengna grafis seperti modern combat 5, tapi game dengan grafik yang ringan seperti Alto dapat berjalan lancar. SoC ini memang nggak ditujukan buat penggunaan kelas berat, tapi untuk penggunaan sehari-hari yang ringan. Baterai Redmi 4A memiliki kapasitas 3140 mAh. Dengan penggunaan seperti browsing , youtube, social media dan  sync email yang selalu aktif dengan koneksi 4G, brightnessnya otomatis, ponsel ini bisa bertahan seharian dengan SoT 5 jam an. Sayangnya pas di charge lumayan lama, hampir 2.5 jam. Dicoba pake charger yang mendukung QC 3.0 pun cuma selisih 10 menit lebih cepat.

sensor pada Redmi 4A

hasil benchmark

Geekbench 4
Antutu Benchmark
3DMark Ice Strom

Beralih ke sektor kamera, Xiaomi Redmi 4A pake sensor kamera dari Omnivision ov1380 pada kamera utama yang resolusinya 13 MP dengan bukaan f/2.2. Lumayan laah buat hape harga sejutaan.

kamera 13MP f/2.2 + single LED flash

 Hasil kamera baik di kondisi cahaya melimpah, tapi begitu dipake di tempat yang redup mulai terlihat noise nya dan warnanya mulai pudar. Walaupun cuma didampingi single LED flash tapi mampu membantu saat pencahaayan gelap dengan hasil gambar jadi lebih kekuningan.  Kontras gambar dari kamera depan maupun belakang menurut saya ..bagus. Fokusnya akurat dan pengambiln gambarnya cepat. Iseng nyoba pake aplikasi bacon camera di Play Store ternyata mode manual focus, white balance sama ISO nya bisa di set manual. Tapi pas ngatur shutter speed eh langsung error dan perlu di force close manual. Tapi ya lumayan juga sih buat coba foto ala fotografer professional wkwkk

antarmuka kamera

hasil kamera.(click untuk melihat gambar asli di flickr)

test makro
mode auto
mode HDR
mode panorama
menggunakan kamera depan
kamera belakang – auto
kamera belakang- HDR
tes flash jarak dekat ~20cm
test flash jarak ~ 3m

Hasil perekaman videonya standar, tapi resolusi yang didukung udah full HD  alias 1920 x 1080 pixel dengan klaim 30fps. Pas dicoba siang hari baik untuk resolusi full HD, HD, maupun SD Cuma 26 fps. Di dalem ruangan dengan cahanya lampu turun jadi 19 fps, kondisi gelap video nya langsung patah patah karena  hanya 11 fps. Tapi untuk audionya lumayan udah stereo.

informasi file video kondisi cahaya melimpah
infemasi file video kondisi cahaya kurang (kiri) dan gelap (kanan)

Untuk urusan jaringan, smarphone ini dicoba dengan dua sim, 3 untuk keperluan internet di jaringan 4G dan Indosat buat telepon dan sms pada jaringan 2G. selama digunakan tidak ada kendala, sinyal stabil. Redmi 4A juga mendukung frekwensi 4G LTE yang digunakan Smartfren.

test provider Smartfren

Kesimpulanya Xiaomi Redmi 4A bisa dijadikan pilihan bagi kalian yang pengen smartphone fitur seabreg tapi dana terbatas dengan mengesampikan material body yang berbahan plastik. Quadcore snapdragon 425 dipadukan dengan RAM 2GB siap menemani aktfitas sosial media seharian. Tapi buat para gamer smartphone,mending cari smartphone dengan spesifikasi yang lebih mumpuni.

Comments