Penelitian dari Stanford University baru-baru ini menemukan teknologi untuk bedakan antara pria yang memiliki kelainan seksual atau gay dengan pria normal. Tak hanya pada pria, teknologi itu  pun bisa digunakan pada wanita, apakah dia lesbian atau heteroseksual. Kecerdasan buatan tersebut menggunakan ‘’deep neural network” atau sering disebut jaringan saraf tiruan yang mana menggunakan perhitungan matematis untuk menganalisis data.  Sample data yang digunakan berupa 35.000 foto wajah baik pria maupun wanita yang didapat pada situs kencan di US.

ilustrasi kecerdasan buatan pada pengenalan wajah

Hasil riset dari  Michal Kosinski dan Yilun Wang tersebut menemukan bahwa pria dan wanita homoseksual memiliki ekspresi yang berkebalikan, pria tampak feminine dan wanita tampak maskulin. Selain itu, kecerdasan buatan atau Artificial Intelegent (AI) tersebut juga menemukan beberapa ciri lain seperti bentuk rahang dan dahi. Hasil keakuaran AI tersebut mencapai 91% pada pria dan 83% pada wanita. Wow! Hal ini menunjukan wajah seseorang juga memiliki informasi mengenai orientasi seksual.

Meski penelitian tersebut membuahkan hasil yang baik secara akurasi, namun beberapa peneliti lain menganggap hal tersebut dapat membuat kekacauan, apalagi jika digunakan untuk tujuan yang buruk. Perlu adanya peraturan untuk menjamin privasi data yang digunakan pada teknologi tersebut sehingga dapat mencegah penyalahgunaan untuk kejahatan.

 

sumber: theguardian

Comments