Pada minggu ini di ajang SXSW, Bose mengumumkan Bose AR, yang merupakan platform audio augmented reality pertama di dunia. Platform Bose AR ini berbentuk seperti kacamata dan masih dalam tahap prototype.

Bose juga mengumumkan bahwa Bose akan merilis SDK khusus bagi developer, partner dan perguruan tinggi yang menginginkan untuk berkolaborasi mengembangkan platform Bose AR. Platform Bose AR ini berbeda dengan platform augmented reality lainnya karena platform Bose AR ini tidak merubah apa yang pengguna lihat, tetapi pengguna dapat mengetahui informasi tentang apa yang pengguna lihat tanpa adanya lensa kamera yang terintegrasi pada platform Bose AR.

Bose AR memulai debutnya dalam bentuk sebuah paket akustik wafer tipis yang dikembangkan khusus untuk platform, yang nantinya mewakili masa depan suara mikro mobile dengan audio yang berkualitas. Hal ini dapat dengan mudah diimplementasikan ke headphone, kacamata, helm dan banyak lagi. Menariknya, Plaform Bose AR ini mendukung perintah menggunakan gerakan kepala sederhana, suara, atau sentuhan pada wearable device yang dipakai untuk mengendalikan konten sehingga bisa menggantikan perintah yang memerlukan untuk menggesek, mengetik, atau menyentuh layar sentuh untuk perintah yang sama.

Bose AR ini merupakan produk wearable pertama yang dirancang dan diproduksi sendiri oleh Bose. Prototype kacamata Bose AR ini telah kompatibel dengan microphone untuk bertelepon, Siri dan Google Assistant. Prototype kacamata Bose AR ini menggunakan sensor untuk melacak gerakan kepala, dan GPS dari perangkat iOS atau Android untuk melacak lokasi. Sensor mengirim data gerakan dan lokasi ke aplikasi AR-enabled Bose yang mengumpulkan informasi, mengirimkan konten real-time yang relevan ke telinga pengguna secara instan. Itu semua dilakukan dengan hands-free, head-up, dan tanpa kabel, jadi tidak perlu ambil, baca atau sentuh telepon serta bisa digunakan untuk beberapa aplikasi.

Source : TechPowerUp

Comments