Intro

Setahun sudah berlalu sejak AMD merilis prosesor Ryzen pertama mereka ke pasaran. AMD Ryzen generasi pertama dengan codename Summit Ridge merupakan titik balik AMD dalam dunia CPU high-end. Kali ini, AMD ingin menancapkan kukunya lebih dalam pada pasar persaingan CPU high-end dengan merilis Ryzen generasi kedua berarsitektur Pinnacle Ridge.

Ryzen 2nd gen

Pinnacle Ridge diposisikan sebagai penerus dari Summit Ridge yang memiliki arsitektur Zen+. AMD mengklaim bahwa mereka berhasil mengoptimasi arsitektur Zen dengan subsistem memori yang lebih baik. Selain itu Pinnacle Ridge juga menggunakan fabrikasi 12nm yang diklaim lebih efisien dari Summit Ridge yang menggunakan fabrikasi 14nm.

highlight pinnacle ridge

Pinnacle Ridge memiliki konfigurasi core dan cache yang masih sama dengan pendahulunya yaitu 2 CCX dengan 4 core per CCX. Perbedaannya ada pada dukungan kecepatan memori di mana Pinnacle Ridge mendukung penggunaan memori dual-channel dengan kecepatan 2933MHz vs 2667 MHz pada Summit Ridge. Selain itu maksimum clock yang diusung juga lebih tinggi yaitu mencapai maksimal 4.3GHz di 2700X dibanding Summit Ridge yang maksimal hanya 4.0GHz di 1800X.

 AMD Ryzen 5 2600X AMD Ryzen 7 2700X
CPU Cores 6 Cores, 12 Threads (2 CCX: 3+3) 8 Cores, 16 Threads (2 CCX: 4+4)
CPU Max Boost Clock Up to 4.2GHz Up to 4.3GHz
CPU Base Clock 3.6GHz 3.7GHz
L1 Cache 64KB Instruction, 32KB Data per core 64KB Instruction, 32KB Data per core
L2 Cache 512KB per core 512KB per core
L3 Cache 16MB shared 16MB shared
TDP 95W 105W
DRAM Supported Up to DDR4-2933 (Dual Channel) Up to DDR4-2933 (Dual Channel)
Die Size/Transistor Count 213mm2
/ ~4.8 billion
213mm2
/ ~4.8 billion
MSRP Rp3.399.000 Rp4.899.000

AMD menyebutkan bahwa Pinnacle Ridge memiliki latensi memori dan cache yang lebih kecil dibanding pendahulunya. Secara spesifik, AMD menyebutkan adanya pengurangan latensi di L1 cache sebesar 13%, L2 cache sebesar 34%, L3 cache sebesar 16%, serta latensi DRAM sebesar 11%. Secara teori, dengan latency memori dan cache yang lebih baik akan memberikan performa yang lebih tinggi di aplikasi yang sensitif terhadap latensi seperti gaming.

Pada IPC single-threaded sendiri AMD menyebutkan adanya peningkatan sebesar 3%. Kombinasi peningkatan IPC dengan peningkatan clock diharapkan mampu meningkatkan performa Zen+ ini menjadi lebih baik dari Zen.

Comments