Iklan Huawei App Gallery. (doc.internet)

Perang dagang antara Amerika dan China tak juga mencapai titik temu. Akibatnya, perusahaan-perusahaan asal negeri tirai bambu mulai terkena imbasnya. Salah satunya adalah perusahaan teknologi raksasa asal China, Huawei. Dimulai dengan pelarangan impor barang elektronik, hingga puncaknya berupa pelarangan untuk bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat, salah satunya adalah google.

Larangan bekerja sama dengan google tampaknya berdampak besar bagi bisnis Huawei, di mana ponsel produksi mereka tidak dapat lagi menggunakan layanan-layanan dari google seperti youtube, gmail, google doc, dan lain sebagainya. Padahal layanan ini sudah menjadi gaya hidup dan tidak bisa dipisahkan dari masyarakat.

Huawei juga dilarang menggunakan google play service. Padahal, banyak aplikasi pihak ketiga yang membutuhkan google play service untuk dapat berjalan. Ketiadaan komponen tersebut tentunya akan membuat pengguna awam tidak dapat mengakses berbagai macam aplikasi populer seperti gojek, grab, uber dan lain sebagainya.

Meski demikian, Huawei tentunya tidak tinggal diam. Dalam ajang Huawei Developer Conference yang diadakan di London, Rabu (15/01/2020) lalu. Huawei memberikan insentif bagi para developer di Inggris sebesar $26 juta atau sekitar 350 miliar Rupiah untuk membuat appikasi di Huawei App Galley, marketplace buatan Huawei. Selain insentif, Huawei juga menjanjikan potongan sebesar 15%. Hal tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Apple dan Google yang mematok potongan sebesar 30%.

Sebagai produsen ponsel dengan penjualan terbesar nomer 2 di dunia serta market share sebesar 11,8% per Mei 2019 (businessinsider.com) tentu saja membuat Huawei memiliki pasar untuk apps store buatannya. Namun demikian, pertanyaan yang timbul adalah apakah developer akan tertarik untuk membuat aplikasi di platform Huawei mengingat Google Play Store dan Apple Apps Store sendiri merupakan platform yang sudah matang. Hal ini pernah terjadi pada microsoft dengan windows phone dan berakhir mati.

Bagaimana menurut pembaca sendiri, apakah Huawei App Store akan berjaya ataukah hanya menjadi korban lain, bukti duopoli Google Play Store dan Apple Apps Store?

Comments