ilustrasi intel di China. (doc. internet)

Pepatah mengatakan bahwa selalu ada hikmah dalam setiap bencana. Rasanya hal tersebut dapat menggambarkan keadaan intel saat ini, di mana corona virus bisa jadi merupakan penyelamat intel dalam persaingannya di China daratan.

Dikutip dari DigiTimes bahwa pasar China diprediksi akan membaik setelah berakhirnya perang dagang dengan Amerika. Hal itu diprediksi akan membuat persaingan antar hardware PC di negeri tirai bambu kembali bergairah. Namun demikian, prediksi tersebut nyatanya tidak terwujud. Salah satu faktor penghambatnya adalah dikarenakan virus corona. Virus tersebut membuat masyarakat takut untuk pergi keluar rumah serta kepanikan, sehingga masyarakat tak memiliki waktu untuk urusan upgrade PC.

Seperti kita ketahui, intel sendiri pada beberapa tahun belakangan mengalami masalah dalam memenuhi permintaan pasar. Hal tersebut berbuntut panjang hingga menghambat proses perpindahan intel ke proses fabrikasi 10nm. Melihat peluang ini, AMD tidak tinggal diam dengan mengeluarkan prosessor-prosessor dengan fabrikasi 7nm disertai jumlah core yang gila-gilaan. Hal ini telah mendorong peningkatan market share AMD secara signifikan.

AMD mengalami peningkatan market share. (doc. wccftech.com)

China sendiri merupakan salah satu pangsa pasar terbesar di dunia, oleh karena itu permintaan rendah akan membantu intel yang memang tengah kekurangan stok serta memberi tambahan waktu untuk menelurkan produk dengan arsitektur maupun fabrikasi yang lebih modern.

Comments