Ilustrasi roadmap prosessor server AMD. (dok. internet)

Tahun 2020 boleh dikatakan bukanlah tahun yang baik bagi Intel. Intel yang merupakan raja desktop, mobile serta server perlahan-lahan pangsa pasarnya mulai tergerus oleh AMD. Hal itu berawal dari kegagalan intel untuk move on dari proses fabrikasi 14 nm. Lain halnya dengan AMD, AMD yang memang tak memiliki kapasitas untuk membuat pabrik sendiri dan menyerahkan proses produksi pada pihak ketiga tidak memiliki masalah dengan hal tersebut. Hal tersebut karena mereka fokus pada desain dan menyerahkan produksinya pada TSMC.

Jika kita lihat, Intel sendiri saat ini masih menggunakan proses produksi 14 nm bahkan untuk prosessor desktop terbarunya Rocket Lake, padahal AMD sudah bertahun-tahun beralih ke proses fabrikasi 7 nm. Hal tersebut menyebabkan jarak antara performa prosessor intel dan AMD semakin menipis. Ditambah dengan AMD yang memang memasarkan produknya dengan harga lebih miring membuat AMD menjadi pilihan yang semakin menggoda. Hal tersebut tecermin dari grafik penjualan AMD yang menyentuh 37,3% berbanding terbalik dengan intel yang penjualannya turun menjadi 62.6%.

Penjualan prosessor desktop x86 dari tahun ke tahun. (dok. techspot)

Bukan hanya di kelas desktop, pada segment server sendiri dominasi Intel sedikit demi sedikit mulai terkikis. Dikutip dari bloomberg, Lisa Su,CEO AMD dalam wawancara juli lalu mengatakan bahwa AMD saat ini telah menguasai 10% market share dari server dengan arsitektur x86. Hal tersebut tentu saja masih tertinggal jauh dari Intel dengan market share 80% lebih. Namun demikian, jika kita tengok pada tahun 2017, AMD market share AMD tidak sampai 1%. Peningkatan yang ada terbilang sangat signifikan.

Namun demikian, AMD rasanya tak akan puas hanya menguasai 10% market share. Bocoran benchmark untuk AMD EPYC generasi ke 3 “Milan” nampaknya akan menjadi mimpi buruk bagi bisnis server intel. Bocorna benchmark dari ExecutableFix. Berdasarkna tes di Cinebench, AMD EPYC Milan unggul 27% pada single core dan 10% pada multicore dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan itu disumbang oleh arsitektur baru Zen 3 serta clockspeed yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya.

Jika kita bandingkan dengan prosessor server Intel yang ada di pasaran saat ini Cascade Lake-SP, AMD EPYC Milan 18-20% lebih cepat pada Single Core dan 76% lebih cepat pada multi core. Seperti kita ketahui bahwa Intel Cascade Lake-SP sendiri sudah berumur dan akan digantikan oleh Ice Lake-SP. Namun demikian, berdasarkan bocoran benchmark yang ada, Ice Lake SP akan memberikan peningkatan kurang lebih 18% dari generasi sebelumnya dan kami rasa itu belumlah cukup untuk mengejar performa AMD EPYC Milan, ditambah dengan jumlah core yang hanya 36 core dibandingkan 64 core di proseesor AMD. Plus pola AMD yang memasang harga lebih rendah dari kompeitor. AMD EPYC Milan diprediksi akan unggul dari segala sisi. Dan besar kemungkinan akan menjadi mimpi buruk bagi bisnis server Intel.

Bagaimana menurut pembaca sekalian, akankah AMD berhasil mencuri lebih banyak market share Intel di sisi server? Ataukah Intel masih punya senjata rahasia yang belum dikeluarakan?

Comments