Ilustrasi The Last of Us Part 2. (dok. internet)

Seberapa penting cerita pada sebuah video game? Ada yang bilang cerita merupakan hal kesekian dari sebuah game, dan gameplay adalah yang nomer satu. Ada pula yang mengatakan bahwa cerita adalah esensi utama dari game, layaknya pada game-game RPG. Pada awal kemunculannya, The Last of Us memiliki latar yang cenderung usang di industri game, zombie dan setting post-apocalyptic bukanlah hal baru dan sudah terlalu sering digunakan. Namun The Last of Us berhasil membuktikan kualitasnya dan membuat gamer terkseima. Bukan hanya karena grafis yang menawan pada masanya, namun lebih kepada alur cerita dan sinematografi yang membuat kita peduli pada karakter-karakter yang ada pada game tersebut.

Kini, empat tahun berlalu dan sekuelnya, The Last of Us Part 2 berhasil membuktikan diri bahwa apa yang mereka capai pada game pertama adalah permulaan dan mereka sempurnakan pada game kedua. Walau mendapat ribuan kritik yang menyerang plot The Last of Us Part 2 yang dinilai gamer tidak sesuai keinginan mereka. Nyatanya setelah dirilis ke pasaran game ini berhasil membuktikan bahwa terlepas dari kritik yang ada The Last of Us Part 2 merupakan game yang solid.

Bahkan pada ajang perhargaan The Game Awards (TGA) 2020, The Last of Us Part 2 berhasil menyabet penghargaan Game of The Year mengalahkan DOOM Eternal, Hades, Animal Crossing: New Horizons, Final Fantasy VII Remake dan Ghost of Tsushima. Bukan hanya itu, game ini juga berhasil menyabet 6 penghargaan lainnya. Mulai dari Best Game Direction, Best Narrative, Best Action/Adventure, Best Audio Design, Best Performance (Laura Bailey as Abby) dan innovation in Accessibility.

Penghargaan-penghargaan ini membuat The Last of Us Part 2 menjadi game yan menyabet pennghargaan terbanyak pada ajang tersebut. Selamat untuk Naughty Dog dan The Last of Us Part 2.

 

Comments